Words never enough
Sengaja
foto ini tanpa banyak kata-kata..karena kata-kata tak akan pernah cukup
menggambarkannya... Kamera saya pun seakan tak mampu menangkap seluruh
keindahan dan detail dengan sempurna seperti sepasang "kamera" mata saya
melihat.."kurang burst" seperti mas Tateng bilang.
Saat
kamera Allah, mata saya menyaksikannya....sesaat saya hanya bisa
berdiri tegak, jantung berdetak agak kencang, dan aliran darah mengalir
keras. Entah imajinasi saya kemana...mata ini sampai tak sadar
menitikkan air mata....(untungnya gelap)....Segera tersadar saya harus
segera menggantikannya dengan kamera buatan manusia....seperti inilah
yang bisa saya transferkan dlam album foto-foto ini.
Seorang
teman menginspirasi rasa untuk mengeksplor seluruh keindahan selama
saya di Jepang melalui kamera. Dia memiliki seorang adik yang tak bisa
bicara dan mendengar, sehingga hanya mampu "mendengar" oleh-oleh lewat
foto-foto sang kakak...Terimakasih teman atas kebaikan dan kecantikan
hati yang telah menginspirasi saya.
Album
foto ini mungkin album foto terindah yang terakhir saya koleksi sebelum
saya pulang ke Indonesia...semoga masih ada kesempatan lagi.
Terimakasih juga atas kebaikan hati keluarga pak Nur Budi,
untuk mengajak saya menikmati keindahan lewat salah satu karya orang
Jepang. Sudah sangat terbaca oleh saya keseriusan, ketekunan, kerja
keras dengan kesungguhan hati dan segenap jiwa orang Jepang lewat salah
satu karya ilumisasi ini.
Alhamdulillah tak henti-hentinya...
Atas semua respon, komen, dan jempol yang menginspirasi saya...jazakumullah khairan katsira
Tidak ada komentar:
Posting Komentar