Selasa, 10 Desember 2013

Words never enough

Words never enough

Sengaja foto ini tanpa banyak kata-kata..karena kata-kata tak akan pernah cukup menggambarkannya... Kamera saya pun seakan tak mampu menangkap seluruh keindahan dan detail dengan sempurna seperti sepasang "kamera" mata saya melihat.."kurang burst" seperti mas Tateng bilang.

Saat kamera Allah, mata saya menyaksikannya....sesaat saya hanya bisa berdiri tegak, jantung berdetak agak kencang, dan aliran darah mengalir keras. Entah imajinasi saya kemana...mata ini sampai tak sadar menitikkan air mata....(untungnya gelap)....Segera tersadar saya harus segera menggantikannya dengan kamera buatan manusia....seperti inilah yang bisa saya transferkan dlam album foto-foto ini.

Seorang teman menginspirasi rasa untuk mengeksplor seluruh keindahan selama saya di Jepang melalui kamera. Dia memiliki seorang adik yang tak bisa bicara dan mendengar, sehingga hanya mampu "mendengar" oleh-oleh lewat foto-foto sang kakak...Terimakasih teman atas kebaikan dan kecantikan hati yang telah menginspirasi saya.

Album foto ini mungkin album foto terindah yang terakhir saya koleksi sebelum saya pulang ke Indonesia...semoga masih ada kesempatan lagi. Terimakasih juga atas kebaikan hati keluarga pak Nur Budi, untuk mengajak saya menikmati keindahan lewat salah satu karya orang Jepang. Sudah sangat terbaca oleh saya keseriusan, ketekunan, kerja keras dengan kesungguhan hati dan segenap jiwa orang Jepang lewat salah satu karya ilumisasi ini.

Alhamdulillah tak henti-hentinya...
Atas semua respon, komen, dan jempol yang menginspirasi saya...jazakumullah khairan katsira

Tidak ada komentar: