Rabu, 14 April 2010

Kiat Bunda Mengatasi Rengekan Si Kecil

Bunda pasti pernah atau bahkan sering kewalahan mendengar buah hati bunda menangis ketika menginginkan sesuatu, atau menjerit-jerit, bahkan berperilaku ekstrim hingga meronta-ronta atau memukul....Aduh...strees juga yaa!

Sebagai ibu, pasti menginginkan buah hatinya terpenuhi segala kebutuhannya,....namun tidak semua yang dimaui anak baik untuk mereka bukan!.. Nah disini nih ...masalahnya, kalo suatu saat rengekan si kecil tidak baik untuk mereka, sudah seharusnya kita tolak. Selain itu akan menjadi tidak baik jika si kecil menjadikan rengekan sebagai "senjata" untuk selalu mendapatkan keinginannya.

Umumnya, anak mulai sering merengek di usia 4 tahun ke atas. Hal terpenting yang Anda ketahui adalah jangan pernah membiarkan si kecil menjadikan rengekan sebagai kebiasaan. Bila bunda bisa memahami seperti ini,.. suatu saat di kemudian hari akan memudahkan bunda mengasuh putra-putri bunda. Atasi masalah ini dengan empat cara berikut.

1. Jangan luluh dengan rengekan, raut muka sok cuek...tapi tetap mendengarkan

Cara paling baik agar si kecil tidak selalu merengek adalah dengan tidak mendengarkannya, jika ia tidak berbicara dengan jelas. Saat si kecil mulai merengek, katakan padanya untuk berbicara dengan baik dan mintalah dengan tegas padanya untuk menghentikan rengekan.

Jangan mendengarkan apa yang ia katakan sebelum ia menyampaikannya dengan baik. Hal ini tidak hanya untuk menghentikan rengekannya tetapi juga melatihnya untuk berkomunikasi dengan baik.

2. Tunjukkan nada suara yang tepat,...terkadang nada suara berat dan tegas perlu dilakukan lho bunda...

Pilih waktu yang tepat untuk menunjukkan mengapa merengek itu tidak baik dilakukan. Kuncinya adalah untuk memastikan si kecil tahu perbedaan antara suara merengek dan nada berbicara normal.

Tunjukkan padanya nada suara yang normal saat meminta sesuatu atau berbicara. Hal ini sangat penting agar si kecil tahu bagaimana berbicara yang benar dan mengungkapkan keinginan tanpa harus merengek.

3. Hargai usahanya, amati usaha si kecil untuk berubah....dari hari ke hari

Jika Anda terus-menerus memberitahunya untuk mengurangi dan menghentikan rengekan, ia pasti akan berusaha untuk melakukannya. Upaya apapun yang dilakukannya meskipun belum sesuai yang dicontohkan, harus Anda hargai.

Apalagi jika si kecil sudah bisa mengurangi rengekannya tidak sesering sebelumnya. Berikanlah pujian, hal itu akan memotivasinya untuk berbicara dan berkomunikasi dengan baik.

4. Konsekuensi,...hukuman tetap pada porsinya lho..!

Apabila Anda sudah memberitahunya berkali-kali dan ia tetap melakukan rengekan, harus ada konsekuensinya. Anda bisa memberikannya hukuman dengan mengurangi waktunya untuk menonton televisi atau tidak mendengarkannya sama sekali saat ia merengek.

Tapi, jangan "menyerah" untuk memberitahunya kalau merengek itu tidak baik dan ada konsekuensinya jika hal itu terus dilakukan.

For the best of my kid,... something good have to do.

Tidak ada komentar: